0819-4687-6357 ,0821-1900-9007,    0853-2100-7105 ,0877-2950-9696  

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Pasang CCTV Di Rumah Pompa

Selain membangun 2.000 sumur resapan, Pemprov DKI Jakarta juga memasang CCTV di setiap rumah pompa untuk antisipasi banjir. Pengerjaannya ditargetkan selesai akhir Desember yang dipasang di sekitar 130 rumah pompa.

”Iya lagi proses. Mudah-mudahan akhir Desember akan selesai pengerjaannya untuk kira-kira 130-an rumah pompa,” ujar Kepala Dinas PU, Manggas Rudi Siahaan saat dihubungi wartawan, Senin (7/10).

Fungsi pemasangan CCTV, menurut Manggas, dapat memonitor tinggi permukaan air serta kondisi pompa dan memantau mekanisme petugas di lapangan. Nantinya, semuanya dapat terkontrol dari ruangan di dinas hingga gubernur.

”Nantinya, terkontrol di ruangan, bisa diakses juga ke ruangan gubernur dan ruangan wagub,” katanya.

Dia mencontohkan pejabat terkait dapat mengontrol langsung ketinggian air Waduk Pluit. Sehingga, dapat langsung melakukan tindakan pompa air mana yang dihidupkan.

”Jadi misal, Waduk Pluit tinggi permukaan air berapa, terus pompa yang harus dihidupkan yang mana,” ucapnya.

Anggaran untuk pemasangan CCTV berada di setiap Sudin untuk lima wilayah Jakarta. Manggas memperkirakan anggaran untuk satu rumah pompa sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Manggas menambahkan, rumah pompa lebih banyak berada di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Satu rumah pompa minimal terpasang 4 CCTV dan maksimal 8 CCTV atau tergantung besar kecil tempat tersebut.

”Kira-kira satu rumah pompa Rp 8 juta - Rp 10 juta. Tapi anggaran masuk dalam pos pemeliharaan sarana dan prasarana di setiap Sudin, pengadaan tidak terpusat. Jadi pusat hanya sebagai supervisi. Dari dinas pakai fiber optik yang digunakan juga wifi/internet,” ucapnya.

Pengerjaan pemasangan CCTV sudah dimulai sejak dua hingga tiga minggu yang lalu. ”Jadi itu kaya di Alfamart dan Indomaret gitu lho,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku untuk antisipasi persiapan banjir selain memasang CCTV juga memperbaiki pompa-pompa yang rusak. Pemasangan CCTV dinilainya telat karena proses tender alat.

”CCTV dipakai untuk memonitor tinggi air, supaya pembagian pompa merata sesuai dengan kebutuhan berdasarkan tinggi muka airnya,” kata Ahok di Balaikota Jakarta.